• +62-21 4204402
  • bswadaya@bsk.co.id

Author Archive admin-webbsk

Company Profile

Bina Swadaya Consultant (BSK) is a national consulting firm engaged in the improvement of community empowerment in the areas of social, economic and environmental approach to the development of Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) or Self Help Groups (SHGs). BSK is formed from the passion and commitment to disseminate the experience Bina Swadaya to other parties that were interested to increase community empowerment activities, especially marginalized communities, both diperdesaan, transmigration areas, urban and coastal areas.

BSK supported by 24 full-time employees based in Jakarta and more than 100 associate consultants who are scattered around the working area BSK.

This profile describes the trip and experience a glimpse of Bina Swadaya Consultant (BSK) in the activities of community development consulting services. Organization Development consulting services activities started in 1983 through cooperation with the project BKKBN Revenue Enhancement Group Acceptor. More information BSK profile can be seen in the following video:

Profil Perusahaan

Bina Swadaya Konsultan (BSK) adalah perusahaan jasa konsultasi nasional yang bergerak di bidang peningkatan keberdayaan masyarakat dalam bidang sosial, ekonomi dan lingkungan dengan pendekatan pengembangan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). BSK dibentuk dari semangat dan komitmen untuk menyebarluaskan pengalaman Bina Swadaya kepada pihak-pihak lain yang mempunyai perhatian terhadap kegiatan peningkatan keberdayaan masyarakat, khususnya masyarakat marjinal, baik diperdesaan, wilayah transmigrasi, perkotaan maupun coastal area.

BSK didukung oleh 24 karyawan purna waktu yang berkedudukan di Jakarta dan lebih dari 100 orang associate consultant yang tersebar di seluruh wilayah kerja BSK.

Profil ini menjelaskan sekilas tentang kiprah perjalanan dan pengalaman Bina Swadaya Konsultan (BSK) dalam menggeluti kegiatan jasa konsultansi pemberdayaan masyarakat. Kegiatan layanan jasa konsultansi Bina Swadaya dimulai sejak tahun 1983 lewat kerjasama dengan BKKBN dalam proyek Peningkatan Pendapatan Kelompok Akseptor. Informasi lebih lanjut profil BSK dapat dilihat pada video berikut:

Social Entrepreneurship

Social Entrepreneurship is business activity with the community in an effort to increase community empowerment in addressing the problems of social, economic and environmental as well as a manifestation of the company’s concern for the development of small businesses community.

♦       BBM (Bisnis Bersama Masyarakat)

Together with the community, BSK facilitate the process of marketing products assisted community groups and other agencies. Currently the treatment of petroleum products are organic rice, honey Baduy, anthill, and sugar ants.

♦       GCBS (Griya Cerdas Bina Swadaya)

Community Training and Education Centre) located at 23A Jalan Rajawali, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. GCBS organize training development community empowerment, providing facilities for training events, exhibitions, seminars and other events.

Kewirausahaan Sosial

Kewirausahaan sosial adalah kegiatan bisnis bersama masyarakat sebagai upaya meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam mengatasi masalah-masalah sosial, ekonomi dan lingkungan serta merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap pengembangan usaha-usaha kecil masyarakat.

inset1 copy

♦       BBM (Bisnis Bersama Masyarakat)

Bersama masyarakat, BSK memfasilitasi proses pemasaran produk-produk kelompok masyarakat dampingan dan lembaga lain. Saat ini produk BBM adalah beras perlakuan organik, madu baduy, sarang semut, dan gula semut.

 

Griya Cerdas Bina Swadaya

♦       GCBS (Griya Cerdas Bina Swadaya)

Merupakan pusat pembelajaran masyarakat (Community Training and Education Centre) yang terletak di Jalan Rajawali 23A, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. GCBS menyelenggarakan pelatihan-pelatihan pengembangan keberdayaan masyarakat, menyediakan fasilitas untuk penyelenggaraan pelatihan, pameran, seminar dan acara lainnya.

The Main Service

Our main service:

penelitian

Research.

Services in the form of applied research using qualitative and quantitative methods for various purposes such as the preparation of databases, studies on training needs and community facilitation, monitoring and evaluation of projects and impact studies.

 

 

Pelatihan

Training.

BSK organizes trainings on various topics about the increased empowerment of the community for various groups such as universities, practitioners, NGOs, CSR management companies, government and the wider community are held regularly and in-house training.

Regular training held at Wisma Hijau Kampus Diklat Bina Swadaya Cimanggis West Java and Griya Cerdas Bina Swadaya Banguntapan in Yogyakarta. In-house training or training held in various places orders on demand.

Pendampingan

Facilitation

Providing services assisting marginalized communities to facilitate the process of improving community empowerment in various regions in Indonesia, especially in the area around the mine area, urban slum areas, forest areas prone watersheds (DAS), transmigration areas, drought areas of water, local plantation / agriculture and other areas are critical and need special handling.

BSK placement facilitators and experts in the field to perform a variety of programs both human resource development, institutional management and social entrepreneurship community. While the increase in empowerment developed payload is the application of appropriate technology, the development of the role of women and gender equality, the development of clean water sanitation, livelihood development, micro finance development, as well as community-based disaster risk management. The process of improving community empowerment using participatory methods or the involvement of all stakeholders to actively start the process of assessment, planning, implementation monitoring, evaluation and impact studies results.

Our competence:

  1. Economic based livelihood community
  2. Community based water and sanitation development
  3. Public health development
  4. Environmental conservation development
  5. Microfinance institutions development
  6. Social entrepreneurship development
  7. Agribusiness development
  8. Disaster risk reduction managed by community
  9. Non-formal education development (life skills training and education)

Layanan Utama

 Layanan utama kami berupa:

penelitian

Penelitian.

Pelayanan berupa penelitian terapan dengan menggunakan metode kualitatif maupun kuantitatif untuk berbagai keperluan seperti penyusunan database, studi penjajagan kebutuhan pelatihan dan pendampingan masyarakat, pemantauan & evaluasi proyek serta studi dampak. 

 

 

Pelatihan

Pelatihan. 

BSK menyelenggarakan pelatihan-pelatihan dengan berbagai topik tentang peningkatan keberdayaan masyarakat untuk berbagai kalangan seperti perguruan tinggi, praktisi LSM, manajemen CSR perusahaan, pemerintah dan masyarakat luas yang diselenggarakan secara regular maupun in-house training.

Pelatihan regular diselenggarakan di Wisma Hijau Kampus Diklat Bina Swadaya Cimanggis, Depok Jawa Barat dan Griya Cerdas Bina Swadaya Banguntapan Yogyakarta. Pelatihan in-house atau pelatihan pesanan diselenggarakan di berbagai tempat sesuai permintaan. 

Pendampingan

Pendampingan. 

Memberikan pelayanan pendampingan masyarakat marjinal untuk memfasilitasi proses peningkatan keberdayaan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia khususnya di daerah sekitar wilayah tambang, daerah kumuh perkotaan, daerah hutan rawan, daerah aliran sungai (DAS), daerah transmigrasi, daerah kekeringan air, daerah perkebunan/pertanian dan daerah-daerah lain yang kritis dan perlu penanganan khusus

BSK menempatkan fasilitator dan tenaga-tenaga ahli di lapangan untuk melakukan berbagai program baik pengembangan SDM, manajemen kelembagaan masyarakat dan kewirausahaan sosial. Sedangkan muatan peningkatan keberdayaan yang dikembangkan adalah penerapan teknologi tepat guna, pengembangan peranan wanita & kesetaraan gender, pengembangan sanitasi air bersih, pengembangan matapencaharian, pengembangan keuangan mikro, serta pengelolaan risiko bencana berbasis masyarakat. Proses peningkatan keberdayaan masyarakat menggunakan metode partisipatif atau pelibatan seluruh pemangku kepentingan secara aktif mulai dari proses assessment, perencanaan, monitoring pelaksanaan, evaluasi hasil serta studi dampak.

 

Kompetensi :

Pemberdayaan Pasar Sejahtera Grogolan

ProgPasar Sejahtera - Grogolan ram Pasar Sejahtera Yayasan Danamon Peduli di Pasar Grogolan Pekalongan, difokuskan untuk peningkatan kesehatan dan kebersihan di lingkungan pasar tradisional, sehingga terwujudnya pasar sehat, hijau, bersih dan terawat. Program tersebut merupakan kerjasama Yayasan Danamon Peduli (YDP) dengan konsorsium LPPM Unika Atmajaya Jakarta dan  Bina Swadaya Konsultan (BSK)

Kepala Bidang Pasar Grogolan Suminta mengatakan, dukungan YDP dan teman-teman serta dari Disperindakop sangat membantu dalam pengelolaan pasar dan peningkatan kapasitas pelakunya seperti melalui pelatihan dan pertemuan. “Dengan adanya program ini kita jadi tambah wawasan dalam pelatihan, dan mudah-mudahan ini tetap berlanjut ” ucap Kabid.

Terkait revitalisaasi pasar, Suminta mengungkapkan sudah melakukan pengelolaan pasar seperti penanganan bank sampah, dan relokasi beberapa pedagang ke sentra pasar terpadu.  “Sarana kebersihan saat ini ada tempat sampah dan 3 buah truk sampah, namun 1 buah tidak berfungsi, ini tentu saja belum memenuhi kebutuhan terkait penanganan sampah, karena itulah melakukan penanganan bank sampah” katanya

Ditempat terpisah, Kabid Sarana dan Prasarana Fathurahman mengungkapkan, terbantu dengan adanya program YDP terutama dalam pemberdayaannya, karena semua yang dilakukan pemerintah dalam melakukan pemberdayaan pedagang masih terbatas baik anggaran maupun pola pikir. YDP telah melakukan pemberdayaan kearah yang lebih komersil, diharapkan diterapkan ke pedagang akan tertular.

Mengenai pemberdayaan pasar sejahtera, Direktur Eksekutif YDP Bonaria Siahaan menjelaskan, pendekatan yang dipakai oleh YDP adalah menggabungkan dukungan fisik dan non-fisik. Yakni, dalam bentuk pengembangan unit percontohan dan penyaringan kader dari  komunitas dan pengelola pasar, fasilitasi perencanaan terpadu bersama pemerintah daerah dan kemitraan dengan berbagai unsur dalam masyarakat.

Ketika survey tampak Pasar Grogolan memang terkendala dengan penanganan sampah, dimana pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) tidak berjalan dengan baik. Selain non fisik, tentunya dibutuhkan pembangunan fisik sarana dan prasarana pasar, salah satunya penataan lapak-lapak pedagang.

Pemangku kepentingan mengharapkan program tetap berlanjut, sehingga kedepannya banyak perbaikan sarana dan prasarana maupun perubahan prilaku para pedagang dan penanggung jawab pasar. Adanya pengelolaan dan pemberdayaan warga pasar. Pengelolaan dan pemberdayaan adalah kewajiban kita meningkatkan pengetahuan pedagang sehingga dapat meningkatkan posisi tawar pedagang dalam hal peningkatan volume penjualan dan pendapatan serta persaingan dengan pasar modern.

Product Consultancy

Broadly speaking, Bina Swadaya Consultant has two products namely consultancy services and products group (business activities). Consultancy services in the field of community development is carried out with the main services such as research, training, and facilitation, which is based on competence. Meanwhile social entrepreneurship activities through marketing products target groups is a business activity that has a principle in favor of the public interest.

Mama Belandina : Pelita di Tengah Keluarga

mama

Mama Belandina

Siang itu matahari berpendar dengan gagahnya, membuat peluh seolah berlomba keluar dari rongga kulit setiap orang yang terkena sinarnya. Suara lantang seorang ibu mengajak beberapa orang di kebun untuk beristiahat sejenak, tiba-tiba memecah siang yang cerah namun sejuk di daratan Pulau Timor.

Mama Belandina, begitu wanita itu dipanggil, adalah ketua kelompok Adikka Dusun 3 Desa Nakfunu, TTS, NTT.  Hampir seluruh anggota kelompok berkumpul di kebun belajar kelompok dusun 3. Ya, hari itu adalah jadwal kerja kelompok di lahan belajar yang merupakan manifestasi perencanaan warga Desa Nakfunu pasca kegiatan kajian PRB lalu.

Rasa lelah mulai terasa setelah setengah harian anggota kelompok bekerja membersihkan lahan untuk persiapan tanam. Mama Belandina bergegas mengambil satu teko air minum dari rumahnya–yang kebetulan letaknya dekat dengan lokasi lahan belajar, untuk anggota kelompok yang saat itu beristirahat di bawah pohon rindang. Seakan tidak kenal lelah, Mama Belandina kembali menuju rumah dan tak lama kemudian muncul membawa singkong rebus dan sambal luat yang baru saja dimasaknya untuk dimakan besama.

Penggerak Semangat

Sejak awal kajian, saya sudah mulai tertarik memperhatikan wanita 41 tahun yang begitu sering bercerita dan berani mengungkapkan pendapatnya di sela-sela diskusi kajian ini. Belandina adalah seorang ibu tiga orang anak yang dikenal gigih dan aktif dalam setiap kegiatan di desanya, Desa Nakfunu. Tak jarang pernyataan yang diungkapkannya selama kajian, memancing diskusi dan perdebatan dengan peserta kajian lainnya saat itu. Salah satunya adalah ketika fasilitator mengajak warga untuk berdiskusi mengenai peranan pihak-pihak yang ada di dalam desa untuk menyusun diagram venn. Saat itu Mama Belandina menyatakan bahwa dukungan pemerintah desa dinilai kurang terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan warga desa karena kepala desa yang jarang tinggal di desa. Hal lain juga terjadi saat diskusi mengenai kalender musim, akses control, dan alat kajian lain.

Ditemui di beberapa kesempatan, wanita yang juga menjadi kader kesehatan desa ini sebenarnya sangat bersemangat jika ada pihak luar yang mau mendorong warga untuk mencapai kehidupan yang lebih maju. ‘Lebih maju’ dalam pemahamannya, tidak melulu hidup sebagai petani miskin dan pasrah saja. “Beta senang memang dengan ada program-program begini karena dong kami bisa tau pengetahuan banyak supaya maju..”, tuturnya dengan wajah penuh senyum.

Tak ada jalan mudah yang ditempuh, dibalik kegembiraannya terselip nada pesimis, terselip nada pesimis terhadap warga dusunnya yang cukup ‘sulit’ untuk diajak berkelompok. Hal ini diungkapkannya ketika ia mengingat program yang lalu juga pernah menjadikan kelompok sebagai pendekatan dalam pelaksanaan program. “..warga dong pernah juga bentuk kelompok, tapi setelah program habis, kelompok dong tidak jalan lagi. Ada warga yang memang cuma mau kerja kalau ada program saja..

Di antara warga desa lainnya, Mama Belandina memang memiliki cita-cita dan semangat yang tinggi untuk memajukan kehidupannya. Semangat ini juga datang dari anak-anaknya yang saat ini menempuh pendidikan tinggi di Politeknik dan Universitas Terbuka. Pernah dalam suatu waktu ia berbincang dengan sang anak, “..mama dong biar tinggal di desa tapi tetap harus bisa maju dari yang lain. Jangan hanya mau hidup begini saja..” celoteh sang anak. Hal itu pula lah yang kemudian menjadi semangat bagi Mama Belandina untuk mengusahakan kehidupan yang baik. Berbekal semangat dan pengetahuan yang dimiliki, ia mengusahakan beberapa kebun sayur yang dikelolanya juga bersama keluarga.

*****

Singkong dan sambal telah habis dari piringnya. Satu teko air pun tandas bersamaan dengan itu. Sementara anggota kelompok …. masih asik berbincang sembari mengunyah sirih pinang sebagai salah satu kebiasaan sebagian besar warga desa. Mama Belandina dibantu dua orang ibu lainnya sibuk merapikan gelas dan piring untuk dibawa kembali ke rumah. Seperti juga matahari, semangat Mama Belandina bisa jadi adalah pelita yang tidak pernah redup bagi keluarga dan lingkungannya. Semoga…

Fransisca Risky Mayang Arum

(Program Partners for Resilience di Desa Nakfunu, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT)

 

IOM Training