• +62-21 4204402
  • bswadaya@bsk.co.id

Author Archive admin-webbsk

MITIGASI

MITIGASI. Pengadaan bibit tanaman untuk penanaman pohon bagi mitigasi tanah longsor di Noebesa dan Nakfunu, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

SIMULASI BENCANA

SIMULASI BENCANA. Merupakan salah satu upaya meningkatkan ketangguhan masyarakat dan institusi lokal dalam menghadapi bencana alam di Wilayah Nusa Tenggara Timur

TAMAN BACAAN ANAK

TAMAN BACAAN ANAK. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan di Taman Bacaan Anak di Kembangan Jakarta Barat melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

PUPUK ORGANIK

PUPUK ORGANIK. Pembuatan pupuk organik merupakan salah satu usaha untuk mengembalikan kondisi usaha mikro dan kecil masyarakat yang terkena dampak gempa bumi di Kabupaten Boyolali dan Sukoharjo Jawa Tengah

MENANAM JAGUNG

MENANAM JAGUNG di Kelompok Dayaguna Desa Tlodong, Klaten-Jawa Tengah sebagai upaya perbaikan praktek pertanian untuk meningkatkan mata pencaharian masyarakat.

BELAJAR KOMPUTER

BELAJAR KOMPUTER. Meningkatkan ketrampilan bagi anak-anak pemulung melalui belajar komputer di Lembaga Pemberdayaan Pemulung Tangerang Selatan.

Informasi Karir

Berhubungan dengan informasi keanggotaan asosiasi atau anggota keluarga Bina Swadaya Konsultan (Associate member), peluang-peluang kebutuhan tenaga, dan pengembangan wawasan seperti lokakarya, pelatihan dan sebagainya.

Career Information

Information related to association membership or family member Bina Swadaya Konsultan (Associate member), opportunities for energy needs, and the development of insight such as workshops, training and others.

Labor Requirements

Is still not available

Berkat Ketulusan, Kini Lahirkan Ahli Perunggasan

Kang Didin

Kang Didin

Kesan pertama saat perkenalan begitu biasa, tapi tatkala perkenalan lebih lanjut dan ajang curhat semata, bapak kalem asal Ciamis ini dengan lembut penuh senyuman menuangkan kata-kata semangat serta perjuangan yang luar biasa, berharap selalu mampu membantu masyarakat tidak mampu.

Pertemuan saya berawal saat lokakarya Technical Service (TS) yang di selenggarakan SAFE (Strategies Againt Flu Emergence) gandeng Bina Swadaya Konsultan (BSK). Kegiatan dilaksanakan selama dua hari (23-24/5) di Hotel Santika di Jln. Yudanegara Tasikmalaya.

Obrolan kecil dimulai pertama di mobil travel menuju proyek percontohan peternakan untuk teaching farm, di daerah Sadangherang Ciamis. Kemudian obrolan berlanjut di hari kedua saat rehat makan siang dan sholat.

Saat rehat menikmati sejuknya udara dan desiran angin di pool side lantai dua hotel, serta indahnya landscape gunung Galunggung, mulailah mengalir pembicaraan serius nan santai. Saya nikmati alur cerita pria yang biasa dipanggil Akang itu. Namanya Kang Didin, sehari-hari akang yang murah senyum ini bergelut dengan usaha peternakan.

Saat ditelisik lebih jauh, ternyata kang Didin profesinya adalah guru di SMK Nurul Huda di Jln. Desa Sindangmukti Kecamatan Penumbangan Ciamis. Menurutnya, menjadi guru itu adalah dedikasi dan ketulusannya guna membagi pengalaman perunggasan.

Berangkat dari rasa prihatin terhadap masyarakat tidak mampu disekitarnya, Kang Didin bercerita tentang perjuangan membagi ilmu perunggasan yang telah lama ia tekuni kepada masyarakat di kampungnya. “Niat saya hanya ingin membagi ilmu perunggasan dengan tetangga dan masyarakat sekitar, amanat saudaranya yang ia terima guna mengelola sebidang tanah wakaf, lalu ingin membangun sekolah kejuruan dengan jurusan Agronomi bersama Pak Kuswara yang saat ini jadi kepala sekolahnya “, harap Kang Didin.

Dibangunlah sekolah kejuruan bernama SMK Nurul Huda. Sekolah yang ia rintis 4 tahun lalu bersama Pak Kuswara yang saat itu menjabat Kepala Dinas Peternakan Ciamis. Sekolah inilah yang pertama di Jawa Barat berbasis agronomi.

“Ciamis adalah kabupaten yang memiliki potensi bagus jika memiliki sekolah SMK dengan jurusan Agronomi. Selain menjadi perintis, ini bisa meningkatkan produktifitas ternak ayam di Ciamis” ungkapnya. Namun perjuangan ini tidak ringan, karena minat masyarakat ternyata begitu rendah melihat masa depan usaha ternak ayam. Inilah perjuangaan berat Didin 4 tahun lalu yang disikapi dengan ketulusan tanpa kenal menyerah.

Kang Didin dan peserta lainnya dalam pelatihan Technical Service SAFE DAI, Tasikmalaya

Kang Didin dan peserta lainnya dalam pelatihan Technical Service, Tasikmalaya

Dengan misi ingin memperbaiki kondisi ekonomi kampungnya, Didin bergerak mencari donator pembangunan sekolah. Karena pergaulan yang luas di dunia peternakan ayam, akhirnya mengantarkannya bertemu dengan perusahaan ayam besar Poultry Shop Tanjung Jaya. Perusahaan ternak inilah yang menggelontorkan kebutuhan pembangunan sekolah. Kemudian munculnya peran masyarakat sekitar pun dan dana yang hadir dari mana-mana, menjadikan kokohnya semangat generasi Penumbangan yang lebih baik.

Ternyata masalah pun belum surut, sebagian masyarakat Penumbangan masih berfikir SMK Agro tidak memiliki masa depan. “Karena kurang minatnya jurusan Agro, akhirnya saya, pak Kuswara dan teman di Poutry berfikir guna membuka kelas teknik kendaraan ringan dan jaringan komputer sebagai pancingan agar warga sekitar mau”, tegas Didin. Tapi berjalannya waktu Didin selalu bersosialisasi dan membuka media pertemuan tentang peternakan dengan masyarakat Penumbangan. “Selain itu, saya mengajak teman yang sukses dibisnis ayam untuk membuka mind set masyarakat soal peternakan, agar dapat memberi kepuasan diri menuju kesuksesan menjadi pengusaha peternak ayam” harap Didin.

Sekarang menurutnya sudah ada 300 siswa lebih yang didominasi oleh masyarakat Penumbangan dan Panjalu. “Alhamdulillah, sekolah ini didirikan untuk menampung siswa tidak mampu dan selama 4 tahun berjalan, mampu menampung siswa dari Ciamis bahkan dari daerah lain di Jabar dengan program beasiswa yang ada” jelas Didin.

Dikutif dari beberapa sumber, lulusan Nurul Huda mulai menikmati hasil. Kurang lebih 49 lulusan pertama tahun 2011 saja, 90 persen di antaranya bekerja di berbagai perusahaan peternakan ayam di Pulau Jawa dan Kalimantan. Selain itu, sudah ada beberapa siswa berprestasi yang sekarang melajutkan kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), bahkan perusahaan banyak menawarkan pekerjaan kepada sekolah untuk siswanya.

Berlanjut pada lulusan tahun 2012. Meski belum lulus, 66 siswa sudah diincar oleh beberapa perusahaan. Jumlah lulusan itu jauh dari total permintaan 88 orang. Mereka rata-rata bekerja sebagai penyuluh peternakan, tenaga pemasaran, dan komputerisasi manajemen perusahaan. Tujuan utama lainnya adalah memperkenalkan peternakan ayam modern kepada generasi muda Ciamis. Saat ini, 50 persen dari 240 siswa berasal dari daerah sentra ternak ayam, yakni Kecamatan Panumbangan dan Kecamatan Panjalu. Ciamis adalah sentra utama peternakan ayam Jawa Barat. Sebanyak 8.000 peternak menghasilkan 400.000 ayam yang dikirim ke berbagai kota besar, seperti Jakarta dan Bandung.

Menariknya lagi, di sekolah ini siswa seperti memasuki perusahaan peternakan unggas. Siswa harus disemprot desinfektan saat masuk dan keluar kandang. Tujuannya menjaga kebersihan kandang dan menjamin tidak ada sisa aktivitas di kandang yang terbawa ke luar. Hal ini sesuai dengan standar kesehatan kandang yang diterapkan Badan untuk Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID).

Begitu banyak Didin berbagi pengalaman di tengah sempitnya waktu istirahat siang. Ia berharap kegiatan lokakarya SAFE kali ini bisa menunjang kinerjanya sebagai guru dan usahanya di peternakan. Bersama peserta lainnya, ia tampak semangat disetiap kegiatan workshop. Katanya hanya ingin memberikan yang terbaik bagi sekolah dan usaha ternaknya.

Sepulangnya dari kegiatan lokakarya, Didin berharap supaya tidak hanya dirinya bersama peserta yang mendapat pelatihan, tapi ada penyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat tidak mampu untuk bidang agronomi, sebagai usaha peran serta dalam membangun SDM (Sumber Daya Manusia) yang handal dan mengarah kepada pembentukan SDM cerdas dan mampu mengembangkan keahliannya guna dapat hidup mandiri.

Septian Ginanjar

(Pelatihan Technical Service dan pengembangan biosecurity, Tasikmalaya)