Bina Swadaya Bertekad Turut Bangun Ekonomi Masyarakat Desa

Filed in Aktivitas saat ini by on Januari 9, 2017
Bambang Ismawan saat memberi sambutan pada Festifal BUMDes di Kab. Batang Jawa Tengah

Bambang Ismawan saat memberi sambutan pada Festival BUMDes di Kab. Batang Jawa Tengah

Pendiri Bina Swadaya dan pegiat kewirausahaan sosial Bambang Ismawan, bertekad turut membantu pemerintah dalam membangun ekonomi masyarakat desa yang mandiri.

Bina Swadaya memandang kebijakan dana desa oleh Pemerintah merupakan momentum terbangunnya ekonomi masyarakat desa yang mandiri, kata Bambang di Jakarta, Senin (28/11) yang dihimpun dari Antara Jateng.

Apalagi, lanjut Bambang, Bina Swadaya memiliki pengalaman selama 50 tahun dalam pendampingan dan penguatan kelompok masyarakat, evaluasi kinerja pendampingan, dan peningkatan kapasitas personel pendamping.

Selaras dengan filosofi bahwa desa merupakan akar dari pohon Indonesia, menurut Bambang, penguatan desa untuk mewujudkan desa mandiri dan sejahtera merupakan prasyarat utama bagi tercapainya Indonesia sejahtera.

Salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah melalui pembentukan BUMDes, kata Bambang dalam rilisnya yang diterima Antara Jateng.

Bambang menegaskan, pembangunan itu bisa bersifat adil dan mandiri bila pengelolaannya melalui BUMDes yang partisipatif dan berwatak kewirausahaan sosial, mandiri, dan berkelanjutan.

Secara konseptual, menurut Bambang, orientasi BUMDes bermuara pada kewirausahaan sosial, yaitu pengembangan usaha sambil mencerdasan kehidupan masyarakat, kemandirian, kesejahteraan, dan kelestarian lingkungan berkelanjutan.

Dalam operasionalnya, kata Bambang, orientasi tersebut diusung oleh tiga pilar utama tata kepemerintahan yang baik, yakni masyarakat (kelompok swadaya masyarakat/KSM), pemerintah (desa/kabupaten), dan pihak ketiga (swasta). Dengan demikian, orientasi BUMDes sangat berpeluang dicapai dengan mekanisme demokratis.

Oleh karena itu, Prof. Paulus Wirutomo Guru Besar Sosiologi Universitas Indonesia dan Ketua Yayasan Bina Swadaya menambahkan bahwa panitia akan menyelengarakan lokakarya yang bakal mewarnai Festival BUMDes 2016.

Ia menjelaskan, tujuan penyelenggaraan workshop itu adalah untuk menularkan (transfer pengetahuan) dari BUMDes yang telah berhasil serta para praktisi agrobisnis bagi BUMdes lain yang sedang tumbuh atau baru berdiri, sehingga mereka mampu belajar tentang pengetahuan, seperti pengembangan keuangan mikro, pengembangan kelompok swadaya masyarakat (KSM), teknologi tepat guna, rantai pasok serta, pengembangan produk, dan jasa lokal yang spesifik.

Disamping itu, lanjut Prof. Paulus, akan diperkenalkan juga pengetahuan agrobisnis yang meliputi pengembangan komoditas pangan, sayuran, dan komoditas hortikultura.

Adapun temu bisnis yang akan dihadiri para pengusaha dan BUMDes itu, kata Paulus, bertujuan menjalin kerja sama antarpetani dan pedagang/pengusaha.