• +62-21 4204402
  • bswadaya@bsk.co.id

Inspirasi dari Lembah Kemuning

Inspirasi dari Lembah Kemuning

Sudarmoko

Sudarmoko

Daerah yang subur sudah pasti masyarakatnya makmur. Begitulah padangan banyak orang tatkala melintas di pedesaan subur dan masyarakatnya mampu membangun daerahnya serta pandai memanfaatkan alam sekitar.

Tampak landscape Gunung Ciremai mempersembahkan keindahan panorama alam pegunungannya, serta memberi sumber penghidupan bagi masyarakat, termasuk Desa Cigugur yang berdad di bawah kaki sang gunung terbesar di Jawa Barat ini.

Desa Cigugur terlihat ramai dikunjungi. Karena disinilah tersedia Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) yang dijadikan education tourism dan diminati banyak orang.

Disinilah kita bisa belajar pertanian dan perkebunan. Kemudian peternakan sapi serta produksi susu sapi murni pun banyak dihasilkan. Tempat inipun menjadi tujuan kami untuk belajar banyak hal, terutama pada sang empunya yakni Pak Sudarmoko, atau sering di panggil Pak Moko.

Tahun 2007, Pak Moko membeli lahan di desa Cigugur lalu perlahan dan pasti membangun Lembah Kamuning Farm (LKF). Ketertarikannya pada usaha ternak sapi, hanya karena berpapasan dengan truk pembawa sapi melewati jalan desa. Kemudian Pak Moko telusuri, dan tampak rongrongan tengkulak yang membawa kesengsaraan untuk peternak sapi. Pembayaran yang tidak benar serta pengelolaan ternak selama di perjalanan sangat merugikan. Peternak hanya menerima sekitar 50% hasil penjualan, sedangkan yang tidak laku dikembalikan.

Diskusi bersama Pak Sudarmoko di lokasi training

Diskusi bersama Pak Sudarmoko di lokasi training

Pak Moko memulai usaha ternak sapi. Walaupun selama 6 tahun (2006 – 2013), sempat ditinggalkan untuk bekerja di Counterra New Zealand sebagai direktur koperasi peternak susu sapi perah. Setelah pensiun dari Counterra, mulailah serius usaha ternaknya dan membangun fasilitas yang diperlukan seperti bangunan pendingin susu, maupun sarana penelitian.

Selama perjalanan membangun ternak sapi, Pak Moko menginisiasi berdirinya Koperasi Gapura Sehat (Gabungan Pelindung Usaha Rakyat Sing Eling Hirup Ayak Tutugna). Sekarang anggota koperasi sudah ada sekitar 200 orang. Jumlah sapi yang ada sekitar 1200 ekor.

Peternakan sapi yang dibangunnya, tidak hanya sekedar peternakan sapi biasa, melainkan menggunakan pendekatan integrated mix farming seperti, 1) produk susu sapinya untuk dijual, 2) Kotorannya untuk pupuk (feces dan kencing), 3) Produk olahan susu seperti yogurt dan sabun, 4) Menyediakan pakan ternak sendiri dan 5) Membuat pusat penelitian: pupuk cair untuk tanaman, udang, jahe merah

Untuk pusat penelitian LKF bekerjasama dengan IPB. Hasil penelitian pupuk cair dikembangkan di Sulawesi untuk tanaman coklat, di Tumpang untuk budidaya udang, tanaman padi dan lain-lain. Bekerjasama juga dengan East West Seed (EWS) untuk supervise.

Saat ini LKF menjadi pusat pelatihan swakarsa untuk integrated mix farming. Di sekitar lokasi ada peternakan sapi, bio flog untuk lele, pengolahan produk olahan susu. Banyak tamu yang datang dan belajar baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Hasil kunjungan kami di LKF, banyak yang dapat kami saksikan secara langsung bagaimana dari seekor sapi dapat menghasilkan berbagai manfaat seperti; susu dan daging untuk dikonsumsi, kotoran dan air seni digunakan sebagai pupuk maupun bahan bakar keperluan memasak dan lain-lain, sehingga sangatlah tepat jika Lembah Kemuning dijadikan wisata agro dan edukasi di Kabupaten Kuningan.

Ana Budi Rahayu

(Kegiatan Pembelajaran di Lembah Kamuning Farm, Desa Cigugur- Kuningan-Jawa Barat)

Septian Nugraha