• +62-21 4204402
  • bswadaya@bsk.co.id

Penjajagan Kebutuhan Program Pengembangan Keberdayaan Masyarakat

Penjajagan Kebutuhan Program Pengembangan Keberdayaan Masyarakat

PENJAJAGAN KEBUTUHAN PROGRAM PENGEMBANGAN KEBERDAYAAN MASYARAKAT DI SEKITAR PERUSAHAAN PERKEBUNAN SAWIT – PT. SWAKARSA SINAR SENTOSA, KECAMATAN MUARA WAHAU DAN KONGBENG, KABUPATEN KUTAI TIMUR, KALIMANTAN TIMUR

1. Latar-belakang

PT. Swakarsa Sinar Sentosa kini telah berubah menjadi Swakarsa Group, merencanakan akan mebuka lahan perkebunan kelapa seluas 4500 hektar . Areal ini sangat dekat dengan 6 desa dampingan program, yaitu Desa Benhes, Ds Diak Lay, DanBeq, Muara Wahau. Nehas Liah Bing/Selabing dan Desa Miau Baru. Desa-desa tersebut juga memiliki koperasi sebagai wahana kerjasama dengan perusahaan tersebut. Koperasi yang berkembang hanya bersifat instant dengan keterbatasan ketrampilan menajemen/pengeloaan. Ciri-cirinya ialah ketrampilam pengelolaan administrasi terbatas, belum sistematis dalam kegiatannya, hanya tergantung pada kerjasama dengan perusahaan tersebut. Disamping itu koperasi ini juga sangat lemah dalam masalah kepemimpinan, kurang mengerti dan memahami permasalahan hukum. Kondisi demikian perlunya dukungan dari pihak-pihak terkait untuk menghubungkan masyarakat (terutama koperasi) dengan program-program investasi sosial.

Pada tahap awal sebelum program melaksanakan pengembangan masyarakat sekitar perkebunan, perlunya dilakukan penjajagan kebutuhan program dan penjajagan kesiapan calon kader program. Dalam rangka melaksanakan kegiatan tersebut, Swakarsa Group mengadakan kerjasama dengan Bina Swadaya untuk melakukan Need Assessment. Output need assessment adalah tersusunnya desain program keberdayaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kajian keberdayaan masyarakat di desa sasaran dilaksanakan selama 2 bulan (Maret – April 2010).

2. Tujuan Program:

Tujuan Program adalah untuk melakukan need-assessment sebagai langkah awal merancang program investasi sosial dalam rangka memperkuat keberdayaan masyarakat sesuai dengan potensi kelembagaan dan sumber daya manusianya. Selain itu juga dilakukan identifikasi potensi calon kader program pengembangan keberdayaan masyarakat, agar dapat maju bersama perusahaan secara sinergi.

3. Metode Pelaksanaan:

Metode penjajagan ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan metode PRA, dilanjutkan kajian hasil PRA untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan. Proses pengumpulan data dilakukan melalui Focused Group Discussion, in-depth observation, wawancara dan site field-trip observation. Sedangkan analisa hasil PRA menggunakan analisa pohon (tree analysis).

4. Sasaran dan Lokasi

 

Program dilaksanakan di 6 desa sekitar wilayah perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Muara Wahau Kutai Timur. Sasaran kegiatan adalah warga masyarakat terutama anggota koperasi dan kelompok tani yang terlibat dalam perkebunan sawit pola kemitraan dan pengurus kelembagaan masyarakat setempat. Pihak-pihak lain yang dilibatkan dalam kegiatan ini seperti pemerintah desa, instansi terkait, staff Swakarsa Group dan Tim lapangan program

5 . Waktu Pelaksanaan

Pelaksanaan Kajian berlangsung selama 2 bulan, dan terbagi dalam beberapa tahap, yakni persiapan, konsilidasi tim lapang, pengumpulan data di lapangan selama 39 hari, analisis data, penyusunan draft laporan dan laporan akhir kajian.

6. Tahap Pelaksanaan:

  1. Teaming up, sosialisasi kegiatan dengan tim CSR PT Swakarsa Group
  2. Pelaksanaan FGD dan wawancara mendalam
  3. Konsultasi dan klarifikasi  temuan kajian dengan Camat
  4. Penyusunan draft presentasi dan presentasi draft dengan tim CSR PT Swakarsa Group

7. Output Program.

Output program penjajagan kebutuhan program berupa temuan hasil lapang dan rekomendasi sebagai berikut:

  1. Teridentifikasinya kondisi daerah kajian, kondisi mata pencaharian, kelembagaan  masyarakat, permasalahan, peluang dan kebutuhan lembaga.
  2. Rekomendasi. Beberapa alternatif pengembangan kegiatan diversifikasi usaha melalui pengembangan produksi pupuk organik, pengembangan usaha pertanian padi sawah, pengembangan usaha industri rumah tangga, penguatan kapasitas petani dalam melakukan kegiatan usahanya oleh pendamping yang professional di bidangnya, penguatan ekonomi masyarakat yang efektif melalui pembentukan kelembagaan ekonomi serta penguatan kelembagaan ekonomi yang ada, pengembangan multistakeholder, pengembangan sarana pembelajaran masyarakat dan penumbuhan 10 kader pembangunan desa

 8. Peran Bina Swadaya Konsultan

Peranan Bina Swadaya dalam kegiatan ini adalah mempersiapkan instrument kuesioner untuk  mendapatkan informasi yang diperlukan, melaksanakan kegiatan penjajagan kebutuhan, dan  menyusun rekomendasi sebagai dasar pengembangan program.

PENJAJAGAN KEBUTUHAN PROGRAM PENGEMBANGAN KEBERDAYAAN MASYARAKAT DI SEKITAR PERUSAHAAN PERKEBUNAN SAWIT

PT. SWAKARSA SINAR SENTOSA,

KECAMATAN MUARA WAHAU DAN KONGBENG, KABUPATEN KUTAI TIMUR, KALIMANTAN TIMUR

 

 

  1. Latar-belakang

 

PT. Swakarsa Sinar Sentosa kini telah berubah menjadi Swakarsa Group, merencanakan akan mebuka lahan perkebunan kelapa seluas 4500 hektar . Areal ini sangat dekat dengan 6 desa dampingan program, yaitu Desa Benhes, Ds Diak Lay, DanBeq, Muara Wahau. Nehas Liah Bing/Selabing dan Desa Miau Baru. Desa-desa tersebut juga memiliki koperasi sebagai wahana kerjasama dengan perusahaan tersebut. Koperasi yang berkembang hanya bersifat instant dengan keterbatasan ketrampilan menajemen/pengeloaan. Ciri-cirinya ialah ketrampilam pengelolaan administrasi terbatas, belum sistematis dalam kegiatannya, hanya tergantung pada kerjasama dengan perusahaan tersebut. Disamping itu koperasi ini juga sangat lemah dalam masalah kepemimpinan, kurang mengerti dan memahami permasalahan hukum. Kondisi demikian perlunya dukungan dari pihak-pihak terkait untuk menghubungkan masyarakat (terutama koperasi) dengan program-program investasi sosial.

 

      Pada tahap awal sebelum program melaksanakan pengembangan masyarakat sekitar perkebunan, perlunya dilakukan penjajagan kebutuhan program dan penjajagan kesiapan calon kader program. Dalam rangka melaksanakan kegiatan tersebut, Swakarsa Group mengadakan kerjasama dengan Bina Swadaya untuk melakukan Need Assessment. Output need assessment adalah tersusunnya desain program keberdayaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kajian keberdayaan masyarakat di desa sasaran dilaksanakan selama 2 bulan (Maret – April 2010).

 

2. Tujuan Program:

 

Tujuan Program adalah untuk melakukan need-assessment sebagai langkah awal merancang program investasi sosial dalam rangka memperkuat keberdayaan masyarakat sesuai dengan potensi kelembagaan dan sumber daya manusianya. Selain itu juga dilakukan identifikasi potensi calon kader program pengembangan keberdayaan masyarakat, agar dapat maju bersama perusahaan secara sinergi.

 

3. Metode Pelaksanaan:

 

Metode penjajagan ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan metode PRA, dilanjutkan kajian hasil PRA untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan. Proses pengumpulan data dilakukan melalui Focused Group Discussion, in-depth observation, wawancara dan site field-trip observation. Sedangkan analisa hasil PRA menggunakan analisa pohon (tree analysis).

 

4. Sasaran dan Lokasi

 

Program dilaksanakan di 6 desa sekitar wilayah perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Muara Wahau Kutai Timur. Sasaran kegiatan adalah warga masyarakat terutama anggota koperasi dan kelompok tani yang terlibat dalam perkebunan sawit pola kemitraan dan pengurus kelembagaan masyarakat setempat. Pihak-pihak lain yang dilibatkan dalam kegiatan ini seperti pemerintah desa, instansi terkait, staff Swakarsa Group dan Tim lapangan program

 

5 . Waktu Pelaksanaan

 

Pelaksanaan Kajian berlangsung selama 2 bulan, dan terbagi dalam beberapa tahap, yakni persiapan, konsilidasi tim lapang, pengumpulan data di lapangan selama 39 hari, analisis data, penyusunan draft laporan dan laporan akhir kajian.

 

 6. Tahap Pelaksanaan:

 

1.      Teaming up, sosialisasi kegiatan dengan tim CSR PT Swakarsa Group

2.      Pelaksanaan FGD dan wawancara mendalam

3.      Konsultasi dan klarifikasi  temuan kajian dengan Camat

4.      Penyusunan draft presentasi dan presentasi draft dengan tim CSR PT Swakarsa Group

 

      7. Output Program.

 

          Output program penjajagan kebutuhan program berupa temuan hasil lapang dan rekomendasi sebagai berikut:

           1. Teridentifikasinya kondisi daerah kajian, kondisi mata pencaharian, kelembagaan  masyarakat, permasalahan, peluang dan kebutuhan lembaga.

 

2.  Rekomendasi. Beberapa alternatif pengembangan kegiatan diversifikasi usaha melalui pengembangan produksi pupuk organik, pengembangan usaha pertanian padi sawah, pengembangan usaha industri rumah tangga, penguatan kapasitas petani dalam melakukan kegiatan usahanya oleh pendamping yang professional di bidangnya, penguatan ekonomi masyarakat yang efektif melalui pembentukan kelembagaan ekonomi serta penguatan kelembagaan ekonomi yang ada, pengembangan multistakeholder, pengembangan sarana pembelajaran masyarakat dan penumbuhan 10 kader pembangunan desa   

 

      8.Peran Bina Swadaya Konsultan

Peranan Bina Swadaya dalam kegiatan ini adalah mempersiapkan instrument kuesioner untuk  mendapatkan informasi yang diperlukan, melaksanakan kegiatan penjajagan kebutuhan, dan  menyusun rekomendasi sebagai dasar pengembangan program.   

 

 

 

 

 

 

admin-webbsk