• +62-21 4204402
  • bswadaya@bsk.co.id

Post Programme Impact Evaluation of Country Tsunami Recovery Programmers (TRP)

Post Programme Impact Evaluation of Country Tsunami Recovery Programmers (TRP)

POST PROGRAMME IMPACT EVALUATION
OF COUNTRY TSUNAMI RECOVERY PROGRAMMERS (TRP)

Pendahuluan

Selain Maladewa dan Sri Lanka, negara lain yang mendapat perhatian program recovery dari British Red Cross Society (BRCs) adalah Indonesia. Perhatian ini layak diterima mengingat Indonesia termasuk negara paling parah yang terkena dampak bencana gempa bumi dan gelombang tsunami pada tanggal 26 Desember 2004. Kegiatan yang dilaksanakan oleh BRCs di beberapa negara Asia ini sering disebut dengan Tsunami Recovery Programmers (TRP), suatu program yang didukung pendanaan jangka panjang oleh Disasters Emergency Committee (DEC). Di Indonesia, program yang berpusat di Banda Aceh telah berakhir Juli 2008, di Sri Lanka berakhir Desember 2008, dan di Maladewa berakhir pada Mei 2009. Diperkirakan dana yang telah dikeluarkan TRP-BRCs mencapi £ 40 juta (40 juta poundsterling). Berdasarkan jumlah dana yang telah digunakan, lingkup dan sumberdaya yang telah terlibat, kegiatan TRP di Indonesia merupakan yang terbesar dibandingkan di dua negara lainnya.

Ada beberapa kegiatan utama yang telah diselenggarakan TRP-BRCs selama tiga tahun (Januari 2005 – Desember 2007) di Indonesia,   yaitu: pemberian bantuan dana integrasi, kegiatan penyelamatan tempat tinggal, serta pengurangan resiko bencana akibat gempa dan gelombang tsunami di Kabupaten Aceh Jaya dan Aceh Besar. Tujuan utama program adalah mengembalikan kehidupan masyarakat melalui pengadaan dana bantuan, pembangunan kembali tempat tinggal dan pengurangan resiko bencana jika terjadi bencana melalui strategi manajemen bencana.

Setelah hampir satu tahun TRP selesai dilaksanakan di Indonesia, BRCs ingin melihat sejauhmana dampak yang telah dirasakan masyarakat sebagai penerima manfaat bantuan program. Untuk melihat dampak tersebut, BRCs  bekerjasama dengan Bina Swadaya Konsultan menyelenggarakan Post Programme Impact Evaluation of Country Tsunami Recovery Programmers (TRP). Evaluasi dampak  dilaksanakan mulai tanggal 23 Januari 2009 hingga 25 Pebruari 2009.

Tujuan 

Ada dua tujuan yang hendak dicapai, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umumnya adalah 1) mengetahui kondisi perkembangan pemulihan kehidupan masyarakat yang telah difasilitasi oleh TRP-BRCs. 2) menganalisis sesuatu yang tidak terantisipasi selama program yang dapat memberikan konsekuensi positif atau negatif, siapa yang merasakan, dan mengapa kondisi tersebut muncul.

Tujuan khususnya adalah 1) mengukur tingkat pencapaian pemulihan kehidupan masyarakat yang telah difasilitasi oleh TRP-BRCs. 2) mengukur perubahan perilaku masyarakat (outcame program), output yang dapat diraih, livelihood dan sumber pendapatan, efektivitas CBAT, serta dampak positif dan negatif dari program, 3) mengukur dampak keragamanan sosial ekonomi kepada individual, rumah tangga, masyarakat, kelompok gender, kelompok umur dan  institusi lokal, dan 4) memberikan pandangan-pandangan dan lessons learned untuk penerapan program yang sama, dan temuan-temuan lain yang dapat digunakan dalam pengembilan kebijakan.

Metodologi

Dalam rangka melihat dampak yang dirasakan oleh masyarakat terhadap program yang diterapkan TRP-BRCs, Bina Swadaya Konsultan menggunakan metodologi Vectorial Project Analysis (VPA). Metode ini mampu memberikan informasi yang praktis dan mudah dipahami tentang perkembangan program recovery  kepada berbagai stakeholders yang memerlukan. Metode ini juga dapat memberikan gambaran perkembangan program dari waktu ke waktu, yaitu dari kondisi masyarakat sebelum  tsunami, saat program berjalan, dan setelah program selesai. Metodologi tersebut didukung dengan pemilihan sampel responden penerima bantuan yang dipilih dan ditentukan secara acak serta pengolahan dan interpretasi data.

Sasaran dan Lokasi Program

Responden yang akan dijadikan sampel dalam evaluasi dampak bantuan program TRP-BRCs adalah masyarakat yang telah menerima bantuan rumah dan dana hibah tahap pertama, umumnya berada di Kecamatan Teunom (Kabupaten Aceh Jaya), Kecamatan Pulo Aceh dan Peukan Bada (Kabupaten Aceh Besar). Pengambilan sampel dilakukan secara acak sebesar 10 % dari total populasi penerima bantuan atau jumlahnya mencapai 250 orang.

Tahapan Kegiatan

Kegiatan ini berlangsung selama sebulan dan dilakukan secara bertahap, yaitu 1) teaming up evaluasi, 2) diskusi dengan konsultan independen, 3) pengambilan data melalui : FGD, wawancara dan observasi, 4) input dan analisis data, dan 5) penulisan laporan 

Hasil yang Dicapai

Hasil yang dicapai dari kegiatan evaluasi dampak ini adalah:

  1. Tersusunnya disain, metode dan alat-alat evaluasi dampak sesuai dengan karakteristik dan tujuan yang akan dicapai.
  2. Terselenggaranya kegiatan  evaluasi dampak oleh masyarakat dan stakeholder program lainnya
  3. Terlaksananya analisis data, tersusunnya hasil dan rekomendasi serta rencana tindak lanjut, jika program ingin dilanjutkan, dalam sebuah laporan.

Peran Bina Swadaya Konsultan

Peran Bina Swadaya Konsultan dalam program evaluasi dampak pasca bantuan TRP-BRCs adalah: a) melakukan studi penjajakan di lapangan, b) pengumpulan data lewat Focus Group Discussion (FGD), wawancara dengan responden dan observasi. c) menyusun dan menganalisa data yang sudah terkumpul, dan d) membuat laporan yang berisi rekomendasi-rekomendasi.

admin-webbsk

Leave a Reply