• +62-21 4204402
  • bswadaya@bsk.co.id

Kegiatan BP Rio Tinto

Kegiatan BP Rio Tinto

Program Investasi Masyarakat (Community Invesment Program/CIP):

Upaya Mensejahterakan Masyarakat secara Berkelanjutan

 Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan kelompok dampingan agar mereka mampu mengelola sumberdaya dan lingkungan secara berkelanjutan. Pelaksanaan program CIP berlangsung selama 3 tahun (April 2008 – April 2011) dan merupakan kerjasama antara PT. Rio Tinto Indonesia (Rio Tinto) dan PT. Jasatama Petroindo (BP) dengan Bina Swadaya Konsultan. Lokasi kegiatannya berada di tiga desa sasaran, yakni Desa Kaliorang, Selangkau, dan Bumi Sejahtera (SP V) Kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Lingkup program CIP mencakup: (1) penguatan kelompok swadaya masyarakat (KSM), (2) peningkatan produktivitas usaha melalui teknologi tepat guna, (3) peningkatan kualitas produk melalui peningkatan nilai tambah lewat pengelolaan pasca panen, (4) peningkatan jaringan pemasaran produk, (5) pengembangan media, (6) dialog kebijakan, (7) exit strategy.

Hasil-hasil yang telah dicapai dari pelaksanaan program selama ini, antara lain: (1) kegiatan administrasi pembukuan di 27 KSM telah berjalan namun untuk administrasi keuangan kelompok masih terkendala dalam membuat laporan neraca keuangan, (2) telah terjadi pemupukan modal swadaya kelompok, (3) telah terjadi proses penyadaran diri secara terus menerus dalam KSM ke arah penemuan diri guna lebih mampu ambil bagian dalam pembangunan disekelilingnya, (4) kehadiran WKAK (wadah kerjasama antar kelompok) dan CLC (community learning centre) telah membantu KSM dalam memasarkan produk kelompok, (5) komoditas benih padi petani anggota KSM telah mendapatkan peluang pasar dengan Sang Hyang Sri dalam pembelian produk benih tersebut, (6) demplot-demplot di tiga desa sasaran sudah berjalan, (7) benih padi kelompok telah memperoleh sertifikasi dari BPSB Samarinda Kaltim, yakni varietas Cigeulis & varietas IR-64, (8) KSM mampu membudiyakan & memanen usaha penggemukan kepiting, kepiting rangkang, ikan nila, ikan patin, keramba ikan putih, penggemukan sapi, ternak ayam kampung, dan penggemukan kambing, (9) terjadi peningkatan mindset dan livelihood masyarakat dampingan, artinya arah pendampingan yang dilakukan oleh Bina Swadaya Konsultan telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, (10) telah dilakukan  publikasi kegiatan program lewat media cetak dan penerbitan bulletin pemberdayaan. 

admin-webbsk

Leave a Reply