Menengok Potensi Kripik Pisang Olahan Kelompok IMUD Kepil Gunung Kidul

Filed in Aktivitas saat ini by on Januari 5, 2017
Anggota IMUD Siti Sundari menjelaskan kegiatan kelompok dalam memproduksi kripik pisang (foto capture youtube Tribun Jogja)

Anggota IMUD Siti Sundari menjelaskan kegiatan kelompok dalam memproduksi kripik pisang (foto capture youtube Tribun Jogja)

“Kripik pisang olahan kelompok IMUD (Ikatan Mandiri Usaha Dagang) berawal dari inisiatif ibu – ibu muda yang ingin ada kegiatan, sebelumnya hanya berkebun atau hanya pengangguran” cerita Siti Sundari, anggota IMUD Kepil.

Informasi yang didapat dari dokumenter youtube Tribun Jogja, IMUD adalah kumpulan ibu-ibu muda yang memproduksi keripik pisang di Dusun Kepil Desa Putat Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Kegiatannya, untuk kemandirian secara ekonomi dan menambah pemasukan bagi keluarga.

Menurut Siti, bahan baku pisang didapat dari masyarakat sekitar dan sekarang bisa diperoleh juga dari daerah lainnya. “Kita pakai pisang tanduk yang lebih enak dengan kualitas dan kuantitas yang bagus, sehingga satu tandon bila digoreng bisa hasilkan 7 kg” ucap Siti.

Keistimewaan kripik IMUD Kepil adalah pakai bumbu yang alami bukan bahan kimia. Kemudian dengan varian rasa yang gurih, sambal, barbeque, coklat dan karamel.

Siti menambahkan, dalam kegiatan kelompok, dibagi menjadi beberapa kegiatan, yakni sistem pengadaan barang, penggorengan, packaging dan marketing.

Dalam hal pemasaran, sudah dapat 21 toko di sekitar, lalu di kirim ke wisata Embung Nglanggeran, titip ke Yogyakarta dan ke Majalengka.

Disamping itu menurutnya, dengan adanya Bina Swadaya, kami menerima dengan senang hati, karena kita bisa tahu bagaimana cara pemasaran, packing atau pengemasan yang bagus dan sehat” kata Siti.

“Harapannya, usaha kami bisa masuk ke pemasaran yang luas atau pasar bebas sampai ke Eropa, lalu wisatawan dapat mencicipi atau menjadi buah tangan untuk keluarga tercinta di rumah” harapnya.