• +62-21 4204402
  • bswadaya@bsk.co.id

Pasca Banjir Garut, Pengungsi Butuh Ketersediaan Air Bersih

Pasca Banjir Garut, Pengungsi Butuh Ketersediaan Air Bersih

Salah satu warga mengambil sisa air bersih di desa Cimacan Tarogong Kidul

Salah satu warga mengambil sisa air bersih di desa Cimacan Tarogong Kidul, Garut

Saat kunjungan ke lokasi banjir Sabtu (24/9), tepatnya di Desa Haurpanggung Kecamatan Tarogong Kidul Garut, Emergency Response (ER) Bina Swadaya mendapat informasi langsung dari warga pengungsi yang membutuhkan ketersediaan air bersih.

Salah satu warga bercerita, kondisi sumur yang terkena lumpur dan sampah menyebabkan air kotor. Sehingga susah untuk mendapatkan pasokan air bersih dan kebutuhan MCK (mandi, cuci dan kakus) bagi pengungsi.

Menurut penuturan warga, sementara untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan MCK, pengungsi dibantu oleh beberapa kerabat dan tentangga yang tidak terkena dampak banjir.

Merespon kebutuhan warga yang kesulitan air bersih, Tim ER Agung Prasetio menjelaskan, sesuai informasi yang didapat, petugas dan relawan telah melakukan assessment dan pendataan wilayah yang terdampak guna pendistribusian air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Garut kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Mengutip info dari PMI, enam unit mobil tangki air berkapasitas 5000 liter, telah diterjunkan untuk memenuhi dan menyuplai pasokan di permukiman warga yang terdampak banjir. Selain memasok air bersih, PMI juga membangun fasilitas MCK, agar tidak sembarangan dan menimbulkan penyakit.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Septian Nugraha