• +62-21 4204402
  • bswadaya@bsk.co.id

PIB Gayam Kebanjiran Permintaan Pelatihan

PIB Gayam Kebanjiran Permintaan Pelatihan

Kegiatan PIB saat memberi pelatihan penguatan kelembagaan

Kegiatan PIB saat memberi pelatihan penguatan kelembagaan

Informasi yang di himpun dari media Kanal Bojonegoro, Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Bojonegoro dari Kecamatan Gayam semakin dikenal di berbagai daerah. PIB sering diundang oleh pemerintah kabupaten atau pun desa di luar Kecamatan Gayam. Kini, PIB mulai kebanjiran untuk permintaan pelatihan.

Manajer PIB Ifa Jumrotun Naimah mengaku, undangan untuk pelatihan sudah sangat banyak. “Kami prioritaskan dulu yang di Kecamatan Gayam,” tutur Ifa Senin (29/8).

Menurutnya, minggu lalu PIB diundang desa Ngampel Kecamatan Kapas untuk melatih BUMDes setempat dalam pengembangan manajerialnya. “Selain itu, kita sudah tiga kali diundang ke Lamongan, Temayang, Sugihwaras, dan lain-lain, tapi tidak semua bisa kita penuhi karena keterbatasan waktu dan tenaga,” paparnya

Ifa menjelaskan, sebetulnya dari tim PIB belum secara khusus mempromosikan paket pelatihan ke luar. Namun karena promosi dari mulut ke mulut, setiap hari selalu mendapat undangan untuk tenaga ahli (trainer).

PIB beralamat di Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam, Bojonegoro. Program PIB adalah mendampingi warga Mojodelik, Gayam dan sepuluh desa lainnya di kecamatan Gayam. Warga yang menjadi pengurus dan anggota mendapatkan pelatihan organisasi dan pengembangan kapasitas.

Warga desa Mojodelik Marpuah mengungkapkan, mendapat banyak ilmu baru di PIB. Dia juga berkesempatan memperbanyak jaringan usaha. Sehingga, harapann untuk taraf pendapatan akan bertambah pula. “Saya mendapatkan berbagai pelatihan kepemimpinan, jaringan usaha, kewirausahaan, dan manajemen keuangan dan bisnis. Tapi yang lebih penting adalah kebahagiaan yang saya dapatkan di sini bersama yang lain dan pengalaman belajar di luar,” ungkapnya.

Kini PIB telah memiliki tim ahli dan pengurus. PIB juga membina delapan asosiasi di bidang pertanian, peternakan, industri rumahan makanan dan minuman, usaha kreatif, dan budidaya alternatif.

Prestasi ini pun diapresiasi oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro. Bahkan Bappeda mengadopsi konsep PIB untuk diterapkan di desa-desa lain di kabupaten setempat.

Septian Nugraha