• +62-21 4204402
  • bswadaya@bsk.co.id

Supaya Merata, Bantuan Korban Banjir Harus Satu Pintu

Supaya Merata, Bantuan Korban Banjir Harus Satu Pintu

Warga membangun tenda pengungsiang di samping sungai Cimanuk Desa Pakuwon Kecamatan Garut Kota

Warga membangun tenda pengungsian di samping sungai Cimanuk Desa Pakuwon Kecamatan Garut Kota

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut tidak melarang jika ada masyarakat yang ingin memberi bantuan untuk korban banjir bandang. Namun, masyarakat harus mengikuti aturan yang berlaku.

Saat rapat koordinasi, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Kodim 0611 menegaskan, pemberian bantuan tidak bisa sembarangan melainkan harus melalui satu pintu. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan di satu titik.

“Jadi bantuan harus satu pintu dan harap koordinasikan dengan kami di sini,” ujar Dandim sekaligus Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Banjir Bandang, Kolonel Arm Setyo Hani Susanto.

Dalam rapat koordinasi disampaikan, beberapa kebutuhan mendesak untuk pengungsi seperti air bersih, alat mandi, sabun cuci, perlengkapan dapur, kasur, selimut, bantal dan lainnya. Kemudian kebutuhan untuk anak-anak sekolah seperti seragam, perlengkapan alat tulis, kaos kaki dan sepatu untuk sekolah.

Semua bantuan non pangan untuk masyarakat harus disampaikan melalui Posko Kodim 0611 Garut dan akan didistribusikan ke lokasi pengungsian oleh petugas yang ditunjuk.

“untuk bantuan non pangan, harus ke Kodim dulu, baru nanti disalurkan ke korban pengungsian sama petugas, biar tidak tumpang tindihnya bantuan untuk pengungsi”, tutur Agung tim ER Bina Swadaya saat turut serta mendapat informasi dari Kodim.

Sementara informasi terkait bantuan pangan/makanan bagi pengungsi, dapat dapat disalurkan langsung ke lokasi pengungsian oleh pemberi bantuan.

Septian Nugraha